Zaman uda maju, koq masih ada juga...

Pagi kemarin aku ama temen-temen seumuran ngobrol ngalor-ngidul di Balai Banjar. Ya, persiapan untuk odalan. Sekarang giliran banjarku dapat meng-handle segala tetek bengeknya upacara nanti. Mulai dari buat penjor sampai nyembelih bebek. Ngomong kesana-kemari, akhirnya sampai perbincaraan tentang bulan. Aneh bin ajaib ada beberapa temen bahkan sekitar 70% temenku yang hadir waktu itu mempunyai teori konspirasi yang turun-temurun dari engkongnya. Hahaha... mereka menggangap bahwa genderang peninggalan zaman batu di Pura Pejeng itu adalah bulan yang jatuh dari langit. Menurut teori mereka nieh bahwa bulan itu dulunya ada 2. Kemudian jatuh satu yang tepatnya di Pejeng. Mau tertawa, salah. Ngasih tahu mereka, mereka justru ngeyel mempertahankan argumennya. Memang cukup tragis, tapi aku biarkan saja toh menurut hukum Einsten kebenaran itu dpegang oleh suara terbanyak walaupun itu secara de facto salah. Kalau Neil Amstrong mendengar ini, bisa dibayangkan gimana tertawanya Neil Amstrong. Padahal kami dulu sama-sama tamat satu SMA yang sama, kagak ngerti atau gimana waktu dijelaskan tentang Jagat Raya. Dizaman sekarang uda ada televisi yang sering menayangkan film dokumenter, ga usah jauh-jauhlah ngomongin internet dulu. Ternyata didesaku ada juga manusia zaman batu hahahaha, jangan-jangan sarkofagus di Pejeng dianggap juga pecahan planet Jupiter.

Karena pas waktu kemerdekaan RI, mereka juga semua pada salah konsep tentang arti sebuah kemerdekaan, mereka mengganggap merdeka itu berarti menang (sama seperti pertandingan sepak bola 1-0 gitu dech). Padahal arti sebenarnya kemerdekaan itu adalah bebas menentukan nasib sendiri, bebas menunjukan jati diri kita, bebas mengelola apa yang kita miliki, bebas dari keterikatan, pokoknya bebas lepas tanpa ada ikut campur tangan asing dalam mengelola negeri ini dan banyak lagi pengertian yang lebih luas. Mungkin yang baca tulisan ini juga beranggapan sama seperti temen saya itu ya?. Ckckckckc

                            

Seandainya Bangsa Ini Tak Terjajah...

Dirgahayu Republik Indonesia ke 62. Ga terasa umur bangsa Indonesia sudah menginjak kepala enam, tapi negeri ini masih begini-begini saja. Moral bangsa sudah rusak, buang sampah sembarangan, ego extreem masing-masing kelompok atau individu, banjir di kota-kota besar, pengangguran, kriminalitas, kebenarsn yang diputarbalikkan citra yang buruk di dunia internasional, pelanggar peraturan, korupsi. Mungkin itu sebagian cerminan bangsa Indonesia saat ini. Apakah itu kesalahan penjajah?. Dimulai dari kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia kemudian diikuti Belanda dan negara-negara lainnya. Perlawanan terhadap penjajah di berbagai daerah saat itu sangat patriot, seperti Perang Puputan Badung di Bali yang pada saat itu Kerajaan Badung diserang dari Pantai Sanur yang lokasi Perang Puputan sekarang berdiri Pura Jagatnatha. Dengan ketidakpuasan Bangsa Belanda karena Indonesia diduduki oleh Jepang, maka Bangsa Belanda memberikan pendidikan bagi Bangsa Indonesia, oleh karena pendidikan itu melahirkan  tokoh-tokoh nasional pemrakarsa Kemerdekaan Republik Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut menjadi melek akan suatu kebebasan. Sungguh besar jasa proklamator kita yang bisa mengubah pola pemerintahan dari sistem Kerajaan menjadi sebuah Republik. Tapi apakah kebebasan itu terasa sekarang?, tentu saja tidak. Bangsa kita masih terjajah oleh kemiskinan dan ketertinggalan dari negara tetangga yang mulai satu-persatu menyalip bangsa kita. Walapun penjajah telah pergi negeri ini, negeri ini masih memprihatinkan. Banjir masih menghantui warga Jakarta dan Kota lainnya tiap tahun, sedangkan pada saat kolonial Belanda menduduki Jakarta banjir tak pernah menyentuh kota tersebut. Seharusnya bangsa Indonesia belajar dari negara Belanda dan negara maju lainnya bagaimana memelihara sebuah negara, karena Indonesia sudah dipegang Belanda selama 350 tahun sedangkan kita baru 62 tahun, jangan munafiklah jadi bangsa. Bung Karno pun dulu banyak belajar dari luar seperti Rusia dan USA tentang cara membentuk sebuah negara, dan beliau kepikiran untuk membentuk negara republik setelah melihat paham Komunis dan Liberal. Kenapa Singapura dan Australia bisa maju walaupun pernah menjadi wilayah dudukan Kerajaan Inggris?, alasannnya simple saja, karena Singapura dan Australia masih terikat dengan Inggris, jadi kalo ada apa-apa tinggal minta solusi ke Kerajaan Inggris. Sedangkan Indonesia merangkak dan berdiri dengan tertatih-tatih walapun ada saudara tua yang sudah mau mengulurkan tangannya tapi ditepis dibilang ada maksud apa-apa dibalik uluran tangannya (ini diluar hutang RI).  Seandainya bangsa ini tak terjajah ada kemungkinan beberapa hal yang terjadi saat ini, yaitu Balai Pustaka tidak ada, ITB tidak ada, IPTN tidak ada, PT. PAL tidak ada, UI tidak ada. Ir. Sukarno mungkin saja hanya sampai tamat SR, dan kemungkinan hal terbesar yang terjadi adalah kita akan masih dalam pola kerajaan regional yang terpecah-pecah dan mungkin Kanjeng Raden Mas Tumenggung ataupun  Anak Agung masih kita sembah-sembah sampai sekarang.
Indonesiaclear
Itu hanya opini saya saja, tidak ada maksud apa-apa dibalik itu..
MERDEKAAA...!!!!

Ingin Bangsa Maju?, Manfaatkan Generasi Muda

Seneng juga mendenger waktu ada siswa Indonesia mendapatkan mendali emas saat Oliampide kemarin. Termasuk temen SMP saya dulu I Made Gunarsa waktu masih SMA, dia mendapatkan mendali perunggu bidang Bilogi di Rusia padahal bisa dibilang dia dari desa terpencil (hahahaha jangan tersinggung ya Gun dibilang desa terpencil). Tapi apa daya, mereka yang mengharumkan bangsa itu cuma dapat, yang masih SMP ditanggung pemerintah sampai SMA, yang SMA sampai S1. Salut juga untuk ITB yang beranai menanggung pendidikan salah satu pemenang mendali emas kemarin yang terhitung sebagai keluarga kurang mampu walaupun tidak ada perintah dari pemerintah atas secara langsung. Padahal kalo seandainya saya boleh ngusul nieh... Sekolahkan saja mereka sampai S3 kemudian rekrut langsung sebagai orang yang memegang pemerintahan ini. Bila perlu kasih mereka 1 milyar, masak infotaiment aja berani memberi ber- M M. Banyak hacker komputer yang kelas internasional yang terbengkalai nasibnya, padahal kalau mereka dimaanfaatkan bisa ikut andil membangun negeri ini. Bung Karno pun dulu memanfaakan generasi muda untuk membangun negeri ini dan untuk memproleh kemerdekaan. Biasanya kalo generasi muda itu motif ekonominya kecil (ga tahu sekarang hehehe mata duitan ya?).

Entrepeneur

Untuk menjadi seorang entrepeneur sejati, tidak perlu ip tinggi, ijazah, apalagi modal uang. "Saat yang tepat itu justru saat kita tidak punya apa-apa. Pakai ilmu street smart aja". ungkap Purdi E. Chandra Direktur Utama Yayasan Primagama. Menurutnya, kemampuan otak kanan yang kreatif dan inovatif saja sudah memadai. Banyak orang ragu-ragu berbisnis cuma gara-gara terlalu pintar. Sebaliknya, orang yang oleh guru-guru formal dianggap bodoh karena nilainya jelek, justru melejit menjadi wirausahawan sukses. "Masalahnya jika terlalu tahu resikonya, terlalu banyak berhitung, malah dia tidak berani buka usaha." tambah konglomerat bimbingan tes" ini. Situasi berkebalikan berlaku yang pintar-pintar jadi dosen, ilmuan, dokter. Yang ilmunya sedang-sedang akan berwirausaha. Yang goblok kemungkinan akan menjadi pengusaha besar. Jika mereka mau berusaha,.

Charles Handy

Dalam bukunya Inside Organization (1999), Charles Handy mengemukakan bahwa siklus belajar orang dewasa diawali dengan mempertanyakan sesuatu dengan kuriositas tinggi; menemukan jawaban-jawaban teoritis; melakukan testing di lapangan; dan terakhir refleksi – sebuah pemahaman mengenai sesuatu yang bekerja dan yang mandul di dalam diri. Thomas Edison, seorang penemu, adalah contoh paling reliable sepanjang zaman. Dikisahkan bahwa secara pendidikan formal akademik, Edison tergolong siswa yang tidak hebat tetapi ia lebih banyak menggunakan waktunya untuk mengunjungi perpustakaan publik karena Edison menemukan sesuatu yang lebih bekerja terhadap hidupnya yang ia tidak dapatkan di bangku sekolah.
Dengan proses belajar di perpustakaan tersebut Edison menemukan pelajaran tentang relaksasi mental. Meski tidak seorang guru pun yang memahamkannya, tetapi naluri Edison tahu bahwa relaksasi mental lah yang membantunya menciptakan temuan-temuan yang tercatat lebih dari 1000 hak paten hingga ia wafat tahun 1931.

Pemanasan Global

Jakarta banjir, Australia banjir, Sumatra Banjir. wooo!!! mirip seperti cerita Benua Atlantis dulu makanya Indonesia dimasukan ke kandidat benua Atlantis karena sering terjadi bencana. Ulah manusia juga sich. Laporan dari Satelit GeoSAT yang memantau kutub utara, bahwa es di kutub utara telah mencair secara bertahap (kasian beruang kutubnya). Efek dari mencairnya es kutub utara yaitu banjir, kebakaran hutan, pergeseran musim, cuaca yang ga bisa diramal, penyakit-penyakit baru bermunculan, cukup sudah pokoknya banyak kekacauan lain. Air laut naik 0.4 meter per tahun. Diperkirakan juga tahun 2100 suhu bumi naik 5 drajat Celcius. Jangankan menunggu tahun 2100 tiap tahun aja manusia uda repot dengan banjir dan bencana lainnya. Selama manusia masih acuh tak acuh (cuek) dengan kondisi lingkungan, kita akan segera jadi sejarah seperti yang dialami Dinosaurus. Tinggal menunggu waktu. Sorry... 2100 aku uda berpulang duluan jadi ga sempet nyaksiin.

Rwa Bhineda.

Hidupku termasuk yang paling beruntung. Mengapa?, karena mengenal hitam dan putih, jauh dekat, yin yang, rwa bhineda, proton elektron, hawa adam, dst.
-Rumah berada di peralihan Desa dan Kota, sawah ama Gedung jadi akrab
Coba tanya orang kota tahu istilah orang desa ga ?, pasti ga kan dan sebaliknya
-Pernah makan dari harga 500 rupiah ampe 470 ribu rupiah perpiring
-Pernah tidur 5 kali di pondok/dan diatas tanah ampe tidur 5 kali di hotel *4 dan *5
-Aku lahir di Bali hutan ama laut jaraknya deket sekali.
-Punya Bibi di Jerman yang teknolginya maju dan punya juga punya bibi di Desa Apuan yang deket dengan gunung.
-Mengenal permainan tradisional ampe Time Zone.
-Mengusai 7 tari Bali dengan baik (dulu !!! :)) ampe pencak silat(dulu juga he he ..!).
Dari sempoa ampe komputer, lahir di pergantian abad, dan juga millenium. Lahir dizaman uda merdeka, lahir dizaman pas komet Halley lewat.

Bisa mejejahitan (istilah orang bali) walaupun kerjaan perempuan, ampe ngerakit alat-alat elektronik teknologi tinggi.
Pernah mandi di sungai keruh ampe kolam hotel, pernah manjat pohon cempaka setinggi +-34 meter ampe naik lift 35 lantai, wiiiiih banyak pokoknya yang ga mungkin bisa dilakukan orang lain secara berulang-ulang dengan kekontrasan kondisi atau kondisi yang berlawanan.

Kayak manager misalnya pernah ga dia nyari belut di sawah ga kan (kecuali dulunya dia petani), gitu juga pak tani pernah ga dia naik Jumbo Jet 747 secara berulang-ulang pada kondisi waktu bersamaan.! Paling-paling semua orang hidupnya datar...

Jarang kan ada orang seperti itu !!, Thank's God.


Camping (Short Story)

Back to Nature

Yang namanya kemah tak pernah kulewatkan di organisasi yang pernah kuikuti, terhitung banyak sekali, seruuuu !!!! banget tidur di alam, yang belum ngerasain rugi dech Tuhan nyiptain kita dan alam-alam sekitarnya, Pasti tiap kemah mempunyai kesan yang berbeda-beda, mulai dari kejadian yang aneh-aneh (mistis), apalagi pas jadi panitia, wuih.. tugasnya berat banget !, mulai dari buat surat ke koramil-polsek-kepala desa yang kita tinggalkan dan juga hal yang sama juga kita lakukan pada pada tempat tujuan kita camp, ngurus adik-adik, ngurus tamu pengunjung perkemahan yang rada-rada kebanyakan tamunya orang-orang ga bener, paling-paling tamu tersebut datang untuk gangguin adek kelas terutama cewek-ceweknya!, jadi aku mesti gimana, dihalusin dia tambah menjadi-jadi, dikerasin dia bisa berulah. Pusiiing kalo kemah sebagai status pramuka.

Lebih baik kemah dengan orang-orang yang berpengalaman, pernah juga aku kemah berangkat dari rumah cuma ber-enam, hebatnya lagi berangkat jam 3 sore ke G. batur, tahu sendiri kan jam berapa sampai dari Denpasar ditambah hujan yang lebat sekali, disana sampe jam 7 malam diatas puncak , Na... mau tidur dimana, terpaksa nyari kayu buat tiang tenda pake senter diatas puncak jam segitu, nebang pohon sembarangan. Lokasi ga tahu, terpaksa mendirikan tenda secara sembarang !, Lebih mirip manusia purba zaman Neoliticum yang pada masa nomaden menjelang bercocok tanam, :). Paginya ga disangka kami mendirikan tenda cuma 3 meter disamping jurang, baru kelihatan setelah pagi !. Coba kalo angin kencang malam itu, mungkin blog ini ga akan pernah ditulis. Perkenalkan teman-teman waktu itu yang ga punya kerjaan, ada Komang, Kadek Maha, Mas Cecep, Mas Devi Christian, Regen, and Me !!!, Go to Next Camping

Liburan UAS Bosan!!!!!

Liburan UAS hari ini terasa bosan alias BT bangetzzz!!!!. Dirumah bosan sendirian, Adik uda mulai kuliah , nonton TV itu-itu aja acaranya, nyari stasiun luar negeri gak ngerti bahasanya, kerumah Ngurah Rai palingan diajak main game, nonton VCD ga punya film up to date. Berantem ama Kliwon dan Negro uda habis tanganku dicakar-cakar. Manjat buah rambutan, durian, wani, duku di halaman belakang mulutku uda pecah-pecah kena panes dalem (habis sebakul nasi makan rambutan waktu UAS) Nyari ular disawah udah habis kena pestisida.Hikz... hikz.. Andaikan bumi ini masih asri seperti dulu, banyak belut, keong mas, anak capung (bahasa Balinya Belauk), dan banyak lagi makhluk jenis Insecta, Crustacea, Molussca, Arthropda, dan hewan tak bertulang belakang lainnya yang masih berkeliaran di sawah mengandung high protein. Daripada makanan mengandung bahan pengawet lebih baik makan makanan alami. Disamping awet muda, regenerasi sel teratur. Antivirus alami ditubuh akan diupdate terus kemungkinan besar jarang sakit kecuali penyakit turunan. Temen-temen di UNUD udah pada kuliah eh STIKOM baru libur. Maunya sich diajak mendaki ke gunung mana kek. Di luar Bali sekalian kalo bisa. Temen-temen di STIKOM anak gedongan semua sich (mungkin ada yang GR), mau ga yach diajak mendaki (kecuali Devi Christian temen seperjuangan di SMA diajak hujan-hujanan mendaki gunung Batur). Genap dari SD sampai sekarang uda 24 kali tidur di alam dengan berbagai pengalaman seru. Yaaaah.. tidur di kota dengan hiruk pikuk lalu-lintas ga akan tahu gimana kebesaran Tuhan. Tidur di hotel berbintang banyak akan tahu seberapa luas alam semesta yang tak berujung ini. Ada rasi bintang Pegasus, Cygnus, Orion, Andromeda, Lynx, Antlia, Apus, Canis Major, Corona Borealis, Carina, Circinus, Eridanus wahh.. kalo diterusin bisa habis nieh text box masih sisa 1 milyar lagi rasi bintang lain. Jalan-jalan kemana yach??"????. Sahabat-sahabatku dimana yach kalian, temenmu kecepian nih, biasanya kalian datang kerumahku ngobrol ngalor-ngidul, utara-selatan, kaja-kelod, north -south, ampe malem tahun baru lalupun terasa sepi mungkin semua punya urusan kali. Sayang liburannya hanya beberapa minggu kalo ampe liburan 3 bulan uda mesen tiket nih, untuk sementara waktu bye bye Bali en Indo................................................................ Wuzzzzz

Her name Kliwon

Baby_ginger_monkey He.. he..he.. perkenalkan aku punya seorang eh seekor monyet betina yang bernama Kliwon (diambil dari nama monyetnya Si Buta dari Goa Hantu), dibilang galak juga nggak, tapi lumayan lucu en nakal, ini hadiah waktu nenekku membeli dua ekor kuskus (sejenis kuskus) atau apalah namanya seharga 1 juta 2 ekor (cewek cowok) walaupun sekarang uda mati, eh ga disangka waktu itu kubuka kardus yang dikasi nenekku, waktu neneku bawa dua kardus, satunya aku uda tahu pasti itu kuskus, karena nenekku dari dulu suka beli kuskus untuk obat. Tapi ? kardus yang satunya isinya apa ya !?, kukira anak anjing, ga disangka setelah dibuka, Walaaah...walaaah keluar makhluk berbulu bangsa primata, dengan rambut gaya mohack. Lancat-loncat di kamarku, waktu itu aku langsung mengambil pistol tipe "Smith & Wesson" dengan gaya laser pistol uda diarahkan ke Kliwon, keluargaku tertawa semua. Dua minggu aku menyesuaikan diri dengan makhluk itu. Akhirnya sekarang uda akrab. Ya kutahu seganas-ganasnya hewan jika dipelihara dari kecil pasti akan setia kepada kita. Tahun depan aku mo beli 10 burung dara di Pasar Satria, ga tega ngelihat di sangkar, mo kulepaskan di di rumahku biar alami ! Gitu dech !!.